Sejarah Politeknik Mitra Global
Perjalanan dan perkembangan Kampus dalam menjawab tantangan zaman
Awal Berdirinya Jurusan
Sejarah institusi Institusi harus mampu menjelaskan mandat pendirian dan perkembangan perguruan tinggi (jika terjadi pergeseran mandat atau perubahan bentuk institusi) secara ringkas dan jelas. Politeknik Mitra Global didirikan oleh Yayasan Widya Laros pada tanggal 3 Juni 2019 sebagai institusi Pendidikan Berbasis Teknologi. Politeknik Mitra Global telah terdaftar dan mendapat izin dari KEMENRISTEKDIKTI dengan nomor surat keputusan 362/KPT/I/2019. Berkedudukan di Banyuwangi, beralamat di Jalan Hasanudin No 8, Cluring, Banyuwangi. Misi utama menyelenggarakan pendidikan vokasi yang responsif terhadap kebutuhan lulusan Ahli Madya (Amd) di seluruh Indonesia. Melaksanakan Penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai bentuk peran aktivitas akademika bagi ilmu pengetahuan, teknologi terapan dan taraf hidup masyarakat. Politeknik Mitra Global telah menjalin kerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI 46), Universitas Udayana (Unud), Universitas Jember (Unej), Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), Politeknik Negeri Jember (Polije) dan pihak industri di luar negeri antara lain Jepang dan Australia. Manfaat bagi mahasiswa adalah dapat magang dan penempatan kerja di pihak- pihak tersebut serta peningkatan skill dan kemampuan lulusan mahasiswa agar siap bekerja setelah lulusan dari kampus. Kerja sama tersebut tidak luput dari misi utama dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi yang responsif dalam kebutuhan lulusan. Serta didukung oleh dosen dan tenaga kependidikan yang selinier dan professional menjadi tambahan dalam peningkatan skill dan kemampuan lulusan mahasiswa selama perkuliahan berlangsung. 20 Politeknik Mitra Global melaksanakan pengabdian masyarakat dalam upaya melakukan kebercukupan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti melaksanakan webinar. Hal tersebut tidak luput dari hubungan antar mahasiswa dan UPPS yang kondusif sehingga terjalin kerja sama yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Pengembangan sarana prasarana menjadi salah faktor dari kebercukupan inventaris kampus yang mempengaruhi UPPS yang kondusif seperti disediakan kelas yang nyaman untuk pembelajaran, laboratorium untuk praktikum, akses internet yang cepat, perpustakaan dan sebagainya. Di samping itu pengembangan infrastruktur teknologi informasi di Politeknik Mitra Global sangatlah penting dalam kemudahan akses mahasiswa mendapatkan informasi seperti telah disediakannya Sistem Informasi Akademik dalam mengakses KHS. Dari segi pendidikan, Politeknik Mitra Global telah melakukan keselarasan substansi bahan ajar dengan beberapa perguruan tinggi negeri sebagai kebercukupan dalam peningkatan bahan ajar sehingga kurikulum tidak jauh berbeda dengan apa yang diajarkan pada perguruan tinggi negeri. Sistem pendidikan di Politeknik Mitra Global berbobot 60:40 dari praktikum dan teori sehingga lebih banyak kegiatan praktikum di bandingkan teori karena Politeknik Mitra Global termasuk perguruan tinggi vokasi.
Masa Pengembangan
Pada tahap awal, jurusan ini hanya memiliki beberapa program studi dengan jumlah mahasiswa terbatas. Seiring waktu, jurusan terus berkembang dari sisi kurikulum, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana pendukung.
Kolaborasi & Inovasi
Dengan dukungan tenaga pengajar profesional serta kerja sama dengan berbagai mitra industri, jurusan mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan tuntutan zaman melalui pembaruan kurikulum berbasis kebutuhan industri.
Komitmen Berkelanjutan
Hingga saat ini, Politeknik Mitra Global terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud nyata dukungan terhadap visi institusi dan pembangunan nasional.